Museum sains terbesar, atap yang bentuknya dari busa sabun, dan gelombang yang tidak pernah pergi
Halo semuanya! π
Ini postingan ketiga dari seri perjalananku β setelah Amsterdam dan Paris, kali ini: MΓΌnchen, atau yang biasa kita sebut Munich, di Jerman selatan.
Kalau boleh jujur, dari ketiga kota ini, Munich yang paling nggak aku ekspektasikan. Aku pikir isinya cuma bangunan tua dan pegunungan. Ternyata... ini kota paling "anak IPA" dari semuanya. π³
Aku pulang dengan kamera penuh, kaki pegal, dan satu keyakinan baru: aku mau terus belajar hal-hal seperti ini. π
Makasih banyak sudah menemani seri jalan-jalan ini dari postingan pertama. Sampai ketemu di tulisan berikutnya! π